Main Article Content
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah di SMAN 11 Takalar. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat peserta didik terhadap budaya lokal dan pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode ceramah serta penggunaan buku teks. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi budaya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang kontekstual dan bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan identifikasi nilai-nilai kearifan lokal di lingkungan peserta didik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Peserta mampu mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah juga terbukti mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.