Main Article Content
Abstract
Penerapan pembelajaran inovatif di perguruan tinggi membutuhkan perangkat ajar yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu memandu dosen dalam merancang proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya standarisasi template modul pembelajaran berbasis Case Method dan Problem Based Learning pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap 35 dosen, diperoleh rata-rata pemahaman dosen terhadap Case Method sebesar 4,60 dan terhadap Problem Based Learning sebesar 4,48 pada skala 5. Data tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dosen relatif tinggi, tetapi belum diikuti dengan ketersediaan format modul yang seragam, sistematis, dan operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi dosen dalam menyusun dan mengimplementasikan template modul pembelajaran berbasis Case Method dan Problem Based Learning. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan template, pendampingan pengisian dan implementasi, serta evaluasi dan penyempurnaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan menghasilkan dua produk utama, yaitu template modul Case Method dan template modul Problem Based Learning. Kegiatan ini juga membantu dosen memahami perbedaan karakteristik kedua metode, menyusun kasus atau masalah pembelajaran, merancang aktivitas dosen dan mahasiswa, serta menyesuaikan bentuk penilaian dengan metode pembelajaran yang digunakan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas dosen, peningkatan keseragaman perangkat pembelajaran, dan pengembangan budaya pembelajaran inovatif di tingkat program studi.